Rasisme Adalah Dan Contohnya – Rasisme: Pengertian, Sebab, Akibat dan Solusinya – Prasangka dan penghinaan terhadap warna dan penampilan kulit, diskriminasi di sekolah, tempat kerja bahkan pengadilan, serta ancaman dari aparat keamanan untuk melindungi seluruh masyarakat.

Hal tersebut merupakan ekspresi kemarahan terhadap rasisme, pelanggaran hak asasi manusia dan terciptanya berbagai macam kesenjangan yang telah ada selama berabad-abad dan merugikan banyak orang saat ini.

Rasisme Adalah Dan Contohnya

Mari kita lihat lebih dalam mengenai makna rasisme dan mengapa hal itu harus dihilangkan hingga ke akar-akarnya.

Pengertian Prejudice: Aspek, Jenis, Dan Indikator Pelakunya

Rasisme adalah adanya perilaku dan ketidaksetaraan berdasarkan warna kulit, etnis, ras atau asal usul, yang mengakibatkan pembatasan atau pelanggaran terhadap hak dan kebebasan individu.

Rasisme juga umumnya didefinisikan sebagai keyakinan bahwa orang dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok berbeda berdasarkan karakteristik biologis yang disebut “ras.” Gagasan ini juga percaya bahwa ada hubungan sebab-akibat antara karakteristik fisik suatu ras dan kepribadian, moralitas, kecerdasan, serta ciri-ciri budaya dan perilaku lainnya, yang menyebabkan beberapa ras secara bawaan lebih unggul dari ras lainnya.

Lilian Green, pendiri dan CEO North Star Forward Consulting, sebuah organisasi yang memberikan rekomendasi mengenai kebijakan, praktik, dan prosedur untuk memerangi penindasan sistemik di Amerika Serikat, mengatakan analisis tersebut Rasisme memiliki dimensi internal dan interpersonal. , aspek kelembagaan. Hal yang sama berlaku untuk ukuran dan dimensi sistem.

Rasisme yang terinternalisasi mengacu pada pikiran, perasaan, dan tindakan dalam diri kita sebagai individu, baik disadari maupun tidak. Contohnya termasuk meyakini adanya stereotip rasial negatif atau bahkan menyangkal keberadaan rasisme.

Fare: Italia Diserang Wabah Rasisme

Rasisme interpersonal mengacu pada perilaku rasis dari satu individu atau kelompok ke kelompok lain dan dapat mempengaruhi interaksi publik. Misalnya, jika Anda terlibat dalam perilaku negatif seperti diskriminasi, pelecehan, atau komentar rasis.

Rasisme institusional sering kali ditemukan dalam institusi dan sistem politik, hukum, dan ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mendorong diskriminasi berdasarkan perbedaan ras. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam kesejahteraan, pendidikan, pendapatan, layanan kesehatan, kewarganegaraan, dan banyak bidang kelembagaan lainnya. Contohnya adalah praktik perekrutan yang diskriminatif, tidak mendengarkan atau bahkan mendengarkan suara kelompok ras tertentu di ruang rapat, atau budaya tempat kerja yang mengutamakan pandangan kelompok ras dominan tertentu.

Baca Juga  Apa Tujuan Tema Dalam Pameran Karya Seni Rupa

Rasisme sistemik mencakup kelompok atau organisasi yang memiliki kekuasaan untuk menegakkan kebijakan terkait rasisme di bidang pendidikan, pemerintahan, layanan kesehatan, perumahan, dan isu-isu terkait. Ini adalah efek riak dari praktik rasis dan diskriminatif selama ratusan tahun yang masih terjadi hingga saat ini.

Pemikiran rasis dapat menimbulkan prasangka buruk terhadap ras tertentu. Stereotip yang merugikan ini dapat berdampak negatif pada korbannya. Faktanya, rasisme adalah awal dari banyak peristiwa mengerikan dalam sejarah dunia, seperti genosida Nazi terhadap orang Yahudi.

Apakah Rasisme Terhadap Golongan Kulit Putih Juga Terjadi Di Amerika Serikat?

Rasisme memandang orang yang berbeda bukan sebagai manusia melainkan objek yang harus diperlakukan sewenang-wenang. Di negara-negara yang dilanda konflik rasial, kelompok-kelompok yang menjadi sasaran praktik rasis sering kali dianiaya dan disiksa.

Misalnya, di Amerika Serikat, separuh orang yang ditembak dan dibunuh oleh polisi adalah orang kulit putih, namun jumlah orang kulit hitam yang ditembak tidak sebanding dengan jumlah penduduk Amerika. Jumlah penduduk kulit hitam kurang dari 13% dari total populasi, namun jumlah penduduk kulit hitam yang dibunuh oleh polisi dua kali lebih banyak dibandingkan penduduk kulit putih.

30 orang kulit hitam per satu juta orang ditembak dan dibunuh oleh polisi. Angka-angka ini kontras dengan statistik yang menyatakan bahwa 12 dari setiap juta orang kulit putih ditembak dan dibunuh oleh polisi. Data ini mewakili klaim rasisme atau diskriminasi terhadap orang-orang dengan warna kulit lebih gelap.

Jika negara lalai dan tidak menanggapi isu rasisme dengan serius, hal ini dapat menghambat mekanisme yang ada dalam mengidentifikasi dan memperbaiki bentuk-bentuk diskriminasi yang sudah ada sejak dulu. Di banyak negara, seringkali mustahil untuk menyelidiki sepenuhnya perlakuan tidak adil yang dilakukan pihak berwenang. Kalaupun dituntut atau dituntut, hukumannya akan ringan. Sebaliknya, korban yang melapor kepada pihak berwajib seringkali tidak mendapatkan perlindungan yang memadai terhadap berbagai ancaman dan intimidasi.

Rasisme Bukan Peliharaan

Di Perancis, misalnya, imigran muda Arab dan pemuda kulit hitam 20 kali lebih mungkin dituntut secara pidana dan digeledah di jalan oleh polisi Perancis, menurut data dari Inspektorat Nasional Perancis. Adalah tepat untuk melakukan hal tersebut. pidana. Penggeledahan ini merendahkan martabat manusia dan seringkali berujung pada ancaman dan kekerasan.

Baca Juga  Nun Atau Mim Bertasydid Tempat Keluarnya Terletak Di

Menurut aktivis dan politisi Perancis setempat, Madjid Messaoudene, belum ada pelaku kekerasan terhadap pemerintah yang dihukum. Tidak adanya atau tidak adanya hukuman bagi pelakunya menunjukkan kurangnya kemauan negara tersebut untuk menanggapi rasisme sistemik dengan serius.

Untuk mempertahankan kekuasaan, para pemimpin politik sering kali tampak mengumpulkan kekuasaan ke pihak mereka dengan menghasut atau menciptakan kebencian terhadap ras tertentu, memandang lawan mereka sebagai tidak manusiawi, yang pantas dihormati semua hak dan toleransi terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Akibatnya, rasisme mencemari setiap aspek kehidupan sosial, termasuk sistem peradilan.

Misalnya saja di Myanmar, etnis minoritas seringkali menjadi sasaran pelanggaran hak asasi manusia. PBB menyatakan pandangan bahwa ‘pembersihan etnis’ yang disertai dengan genosida terhadap etnis Rohingya sering terjadi. Orang-orang Rohingya dianiaya, disiksa dan bahkan dibunuh. Banyak tentara Myanmar dituduh membunuh pria, wanita, dan bahkan anak-anak Rohingya. Mereka juga memperkosa perempuan dan anak-anak serta membakar desa-desa yang dihuni masyarakat Rohingya. Warga Rohingya juga disiksa jika mereka tidak melakukan apa yang diharapkan. Mereka sering kali dipukuli, tidak diberi makanan, air, istirahat dan perawatan medis yang layak, dan kadang-kadang dibunuh jika ketahuan mencoba melarikan diri. Banyak dari mereka terpaksa bekerja tanpa bayaran, bahkan pada proyek konstruksi baru.

Jangan Sembarangan Nuduh Rasis Kalau Belum Tahu Bedanya Ras Dan Etnis

Secara historis, mereka yang secara terbuka mengakui dan mempraktikkan rasisme percaya bahwa anggota ras yang berstatus lebih rendah harus dilarang melakukan pekerjaan yang berstatus rendah dan bahwa anggota ras lain harus dilarang. Ras yang berkuasa harus memiliki akses eksklusif terhadap kekuasaan politik, pekerjaan berstatus tinggi, dan ekonomi. sumber daya. Ada pendapat yang menyatakan bahwa hal itu mungkin terjadi. Banyak hak sipil lainnya.

Baru-baru ini, sebagian besar ideologi rasis telah hilang, namun rasisme berdasarkan warna kulit terus berlanjut, sehingga korbannya tidak dapat menerima pendidikan, pekerjaan, atau peluang lainnya.

Contohnya adalah di Inggris. Pada tahun 2017, pemerintah Inggris “

Yang merupakan daftar nama-nama anak muda yang diduga anggota geng. Banyak nama yang masuk dalam daftar hanya karena mereka pernah menonton video atau mendengarkan musik yang dianggap “berbahaya” dan dianggap mampu melakukan tindakan kekerasan. Perlu diingat bahwa hingga 78% orang dalam daftar ini memiliki warna kulit gelap. Faktanya, hanya 27% pemuda kulit hitam dalam daftar tersebut ditemukan melakukan kejahatan serius.

Baca Juga  Ada Tiga Keluarga Besar Yang Saling Berebut Kekuasaan Kecuali

Cara Mengajari Anak Kecil Tentang Rasisme Dan Keberagaman

Karena daftar “abu-abu” ini, banyak generasi muda yang kesulitan mencari pekerjaan, belajar, dan mencari tempat tinggal. Dalam kasus ini, Kantor Komisaris Informasi Inggris pada akhirnya menetapkan bahwa kebijakan pencatatan GangMatrix melanggar peraturan privasi data karena dipantau tanpa surat perintah penyelidikan. .

Terdapat tindakan rasisme yang hampir secara eksklusif dilakukan oleh perempuan, seperti sterilisasi paksa terhadap perempuan di komunitas adat. Terkadang diskriminasi intra-ras berdampak pada perempuan dengan cara tertentu. Misalnya, ada kasus dimana polisi melecehkan atau memperkosa perempuan untuk mengintimidasi masyarakat. Di sisi lain, hasilnya berbeda pada perempuan. Misalnya, pemerkosaan dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan dan juga dapat mengakibatkan pengucilan.

Pemerkosaan telah berulang kali digunakan sebagai alat atau instrumen penyiksaan dan intimidasi terhadap ras tertentu. Misalnya pada kerusuhan Mei 1998, prasangka rasial ditengarai menjadi dalang pemerkosaan ratusan perempuan Tionghoa di berbagai wilayah Indonesia, bahkan dengan sistem BJ Jendral. Saat itu, Habibie mengusulkan pembentukan komisi nasional kekerasan terhadap perempuan. Sebuah memorandum dari Komnas Perempuan tentang kekerasan seksual pada kejadian Mei 1998 menetapkan beberapa anggota militer Indonesia pada saat itu sebagai tersangka.

Saat itu masyarakat Indonesia terbagi menjadi tiga golongan. Tingkat teratas adalah kelompok Eropa, yang mencakup orang-orang dari Belanda. Tingkat kedua adalah kelompok orang Timur asing, termasuk keturunan Arab dan Tiongkok. Kelas terbawah saat itu adalah masyarakat pribumi yang berasal dari Indonesia.

Mengapa Rasisme Menyebalkan?

Saat itu, kelompok Eropa percaya bahwa rasnya lebih unggul dan mempunyai status lebih tinggi dibandingkan ras lain, dan oleh karena itu mereka merasa berhak bertindak sewenang-wenang, termasuk mengeksploitasi pengelupasan ras lain. Penggolongan golongan ini semakin diperkuat dengan diberlakukannya peraturan yang bersifat diskriminatif. Misalnya, warga lokal Indonesia tidak diperbolehkan masuk ke stadion sepak bola.

Menurut sosiolog Robertus Robet, rasisme menciptakan peluang yang menguntungkan bagi negara-negara Eropa untuk menaklukkan masyarakat Indonesia. Bangsa Eropa menaklukkan Indonesia dengan menyerang aspek paling mendasar dari keberadaan manusia: fisik dan ras. Para penjajah pun memperkenalkan istilah ‘Pendinginan’ kepada masyarakat saat itu. Istilah yang sangat merendahkan ini menjadi strategi kolonial untuk memudahkan penjajah mengendalikan perekonomian dan politik Indonesia.

Setelah lepas dari penjajahan asing, masyarakat Indonesia sendiri tidak bisa lepas dari praktik dan tindakan diskriminatif. Peristiwa baru-baru ini telah menjelaskan berbagai tindakan.