Setelah Desa Wayame Kegiatan Kerukunan Umat Beragama Akan Dilaksanakan Di – Wayame, nama yang identik dengan sungai (dalam kehidupan sehari-hari disebut ‘wai’ yang berarti ‘air’ dan ‘ame’ yang berarti ‘harapan’. Jadi secara harfiah Waiame atau seperti yang diucapkan Wayame ‘Air Harapan’ Ejaan nama Wayame apakah sudah digunakan secara resmi sejak tahun 1977. Dulunya desa ini bernama Nipa(h), karena di kawasan ini banyak tumbuh pohon nipa.

Desa Wayame mempunyai satu rumah induk yaitu Matarumah HUNIHUA (artinya menyembunyikan pinang) dari kata Soa HUKUINALO (artinya ‘ibu gunung’, dari kata ‘Ukui’ artinya ‘gunung’ dan ‘Nalo’ artinya ‘ibu’). Menurut sejarah, nenek moyang Hunihua adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak sulungnya bernama Semang di tanah Wakal dan kakaknya yang lain bernama Angkoa Meteng di tanah Hitumesing.

Setelah Desa Wayame Kegiatan Kerukunan Umat Beragama Akan Dilaksanakan Di

Dalam laporan asisten di Ambon, H.J. Schmidt, tanggal 23 September 1924, Nipah merupakan salah satu dari 12 desa burgher yang mandiri (burger kampung). Sebagai kampung burger, Nipah dipimpin oleh Wijkmeester yang bernama belakang Ph.D. Kastanye (kastanye). Orang inilah yang mencoba membangun Gereja Peniel pada tahun 1923. Berdasarkan SK Wali Kota Ambon, beberapa desa sudah siap mandiri secara administratif, salah satunya Desa Wayame. Dan Wayame menjadi desa terakhir.

Baca Juga  Jumlah 14 Suku Pertama Dari Barisan Bilangan Ganjil Adalah

Segregasi Kekerasan Dan Kebijakan

Setelah diresmikan sebagai desa terakhir, pembangunan Perumna Bumi Wayame Permai, serta depo Pertamina dimulai pada tahun 1990-an, sehingga Desa Wayame tidak dipandang sebelah mata, namun mengalami perubahan yang sangat pesat dan menjadi desa yang terbuka bagi siapa saja yang ingin menetap. . turun dan menjadi bagian dari kehidupan di desa ini.

Demi menjaga tatanan kehidupan yang telah terjalin sejak awal berdirinya, banyak hal yang dilakukan untuk menjaga keharmonisan hidup masyarakat di Desa Wayame. Upaya untuk terus menjadikan Wayame sebagai desa Basudara yang damai dan terbuka dilandasi oleh keberagaman budaya, agama, suku dan status ekonomi yang sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan desa. Foto: Prasasti Pertama Gereja Peniel Foto: Depo Pertamina Wayame Wayame adalah desa yang aman, masyarakatnya ramah dan saling menghormati serta menghargai satu sama lain. Hidup berdampingan dalam keberagaman sudah ada sejak lama dan masih eksis hingga saat ini. Awal tahun 1999, badai kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 19 Januari 1999 merupakan peristiwa yang mengguncang dan menghancurkan kehidupan warga Kota Ambon dan Provinsi Maluku saat itu. Konflik kemanusiaan yang diakibatkannya menimbulkan banyak kerusakan, putusnya tali kekerabatan, hilangnya kepercayaan terhadap orang lain. Situasi ini membuat masyarakat hidup dalam ketakutan. Konflik ini tidak menggoyahkan atau mengubah sikap dan perilaku masyarakat Wayame, bahwa keberagaman tetap terjaga dan tertata secara harmonis dalam kerangka hidup berdampingan. Bentuk persatuan dalam kehidupan Basudara di Wayame adalah dengan bersama-sama membangun gereja dan masjid. Hal ini menjadikan Wayame sebagai simbol perdamaian yang dikenal di seluruh dunia. Foto: Perumna Bumi Wayame Permai Wayame berkembang pesat berbagai usaha, termasuk fish bowl. Sisik ikan ini dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan, seperti: bunga, anting, payet, bros dan hiasan dinding. Perusahaan ini bertujuan untuk mengatasi pencemaran lingkungan dan mendorong masyarakat untuk membuka peluang usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, serta memperkaya khasanah kerajinan lokal dan nasional. Foto: DAARUN NA’IM Moskan Pemasaran dan promosi kerajinan ikan berlangsung di lingkungan setempat, media cetak dan televisi, pameran, serta pemesanan dan pengiriman. Rumah Kayu Wayame (RUKAWA) yang digunakan sebagai tempat promosi dan pemasaran kerajinan sisik ikan yang terkenal di Wayame. Di sini Anda bisa melihat produk olahan dari timbangan. Tempat ini sangat cocok bagi pecinta seni khususnya kerajinan tangan. Dengan demikian, masyarakat Desa Wayame dapat membuktikan kepiawaiannya dalam merangkai seluruh kehidupan di masa depan dan ini menjadi pengalaman baik yang akan dilestarikan untuk generasi mendatang. Batu – Kepala Departemen Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Batu Kemenag Kota Batu Ahmad Jazuli mengatakan Kemenag Kota Batu siap memulai Kampung Moderasi Beragama. Hal itu diungkapkannya saat melakukan pengarahan pada rapat pagi di halaman Kemenag Bota Batu, Senin (15/5).

Baca Juga  Posisi Tangan Ketika Hendak Mengayunkan Lengan Lurus Ke Atas Adalah

Kami akan segera meluncurkan Desa Moderasi Beragama. Kami sedang berkonsultasi dengan penyuluh dan pejabat terkait di desa untuk pembangunan. – Harapannya, (program Desa Moderasi Beragama) ini tidak hanya dilakukan satu kali saja, namun menjadi gerakan jangka panjang untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan menyebarkan pemahaman beragama yang moderat, kata orang yang aktif di organisasi tersebut. Komunitas GusDurian.

Terlibat dalam mendapatkan cakupan yang komprehensif dan seimbang. Hal ini bertujuan agar desa yang nantinya akan ditetapkan sebagai desa moderasi beragama tidak menimbulkan konflik horizontal atau gesekan sosial.

Pdf) Kearifan Lokal Tradisi Nyadran Lintas Agama Di Desa Kayen Juwangi Kabupaten Boyolali Local Wisdom Of Cross Religious Nyadran Tradition At Kayen Juwangi Village Of Boyolali

Sekadar informasi, desa dengan moderasi beragama merupakan model desa yang mengutamakan kerja sama lintas sektor, lembaga, dan lapisan masyarakat. Tujuannya untuk memajukan kehidupan sosial yang harmonis dalam keberagaman, toleransi, memajukan keyakinan beragama yang moderat berbasis desa atau dusun.

“Di Batu sudah ada dua desa yang sadar kerukunan umat beragama, yaitu Desa Mojorejo dan Tulungrejo. Karena Desa Moderasi Beragama ini programnya berbeda, maka kami akan menetapkan dua lokasi berbeda. di tengah masyarakat untuk menjaga kerukunan antar umat,” jelas Ketua Departemen Bimbingan Masyarakat Islam tersebut.

Pada saat yang sama, Jazuli juga menjelaskan tentang indikasi moderasi beragama. Keempat indikator tersebut dapat dijadikan parameter pemahaman beragama yang moderat.

, komitmen nasional dan kesetiaan serta ketaatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indikator lainnya mencakup toleransi, anti-kekerasan, dan keramahan terhadap tradisi budaya lokal. (milikmu)

Pdf) Pembelajaran Ips Terintegrasi Pendidikan Perdamaian Berbasis Local Wisdom Pela Gandong

Kerukunan umat beragama, pengertian kerukunan umat beragama, contoh kerukunan umat beragama, kerukunan antar umat beragama, membangun kerukunan umat beragama, contoh kerukunan antar umat beragama, kerukunan umat beragama di indonesia, forum kerukunan umat beragama, materi kerukunan umat beragama, artikel tentang kerukunan umat beragama, 3 kerukunan umat beragama, kerukunan antar umat beragama di indonesia

Baca Juga  Bahasa Arabnya Belajar