Perilaku Meneladani Kemajuan Peradaban Islam Di Dunia – Pemberitahuan penting Pemeliharaan server terjadwal pada hari Minggu, 26 Juni (GMT) mulai pukul 02.00 hingga 08.00. website akan down pada waktu yang ditentukan!

2. Mengetahui hubungan kesabaran dan ketekunan para pendiri Daulah Islam terhadap terciptanya peradaban/kebudayaan Islam yang jaya. Ringkasan  Sebelum berdirinya Daulah Ayyubiyah, Mesir diperintah oleh Daulah Fatimiyah  Daulah Fatimiyah merupakan pemerintahan Islam yang berideologi Syiah. Didirikan oleh Said Ibnu Husain dan diusung oleh seorang pengikut Syiah bernama Abu Abdullah Asyasi. Memerintah selama 262 tahun (297-567 H/909-1171 M) dengan khalifah pertamanya bernama Ubaidillah Al-Mahdi dan ibukotanya di Kairawan di Tunisia.  Ayyubiyah Daulah didirikan oleh Sultan Saladin Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub atau lebih dikenal dengan nama Salahuddin al-Ayyubi pada tahun 1171 Masehi. Fathimah Daulah. Atas inisiatif panglima tentara Asaduddin Shirkuh dan saudaranya Saladin al-Ayyubi, keduanya diperintah oleh gubernur Suriah Nuruddin Zangi (salah satu gubernur pada masa Kekhalifahan Abbasiyah).  Ayyubiyah Daulah lebih sejalan dengan masyarakat Sunni Mesir dibandingkan Fatimiyah Daulah yang Syiah. SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MC VIII KELAS 85

Perilaku Meneladani Kemajuan Peradaban Islam Di Dunia

Uji Kompetensi 1. Sudahkah kita memahami nilai-nilai pembelajaran dari proses berdirinya negara Ayyubiyah yang patut digunakan dalam kehidupan sekarang dan mendatang? 2. Bisakah kita meneladani motivasi Sultan Saladin Al-Ayubi dalam menciptakan Ayyubiyah Daulah? 3. Apakah kita sudah mampu mewujudkan semangat para tokoh sejarah pemerintahan Islam? 4. Sebagai anak millenial, sudahkah kita menjadi bagian dari masyarakat yang mengambil hikmah dari Fatimiyah Daulah dan Ayyubid Daulah? 5. Berikan contoh cara menyebarkan informasi positif yang baik bagi generasi bangsa melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dll! 6. Sebagai mahasiswa, adakah cara yang tepat untuk mencegah pemberitaan MYSTIFIKASI demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI? 86 SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MT VIII KELAS

Uts Sejarah Peradaban Islam Semester 3 Non Reg. November 2020

KOMPETENSI INTI 1.7 Menghargai semangat juang para pemimpin negara Ayyubiyah yang menjadi semangat pembelajaran Islam 1.8 Menghargai karya ulama sebagai khazanah intelektual Islam 2.7 Mempertahankan sikap tegas dan toleran, meneladani semangat juang para pemimpin Ayyubiyah 2.8 Melatih sikap kritis dan ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan seperti yang ditunjukkan pada contoh para cendekiawan muslim pada masa Ayyubiyah Daulah 3.7 Menganalisis semangat juang para pemimpin kenamaan Ayyubiyah Daulah (Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Adil dan Al -Kamil) 3.8 Menganalisis peranan ulama zaman Ayyubiyah Daulah dalam kemajuan peradaban Islam 4.7 Mengidentifikasi tokoh tokoh-tokoh yang menjadi terkenal (Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Adil dan Al-Kamil) di bawah pemerintahan Ayyubiyah Daulah 4.8 Mengidentifikasi Peran Ulama Dalam Memajukan Peradaban Islam Pada Era Ayyubiyah Daulah INDEKS 1.7.1 Meyakini bahwa semangat juang para pemimpin Ayyubiyah Daulah adalah semangat pembelajaran Islam 1.8.1 Meyakini, bahwa umat Islam yang kaya terhadap ulama pada masa Ayyubiyah Daulah sebagai seorang Islam khazanah intelektual 2.7.1 Menciptakan sikap tegas dan toleran, meneladani semangat juang para pemimpin Ayyubiyah Daulah 2.8.1 Menunjukan sikap kritis dan ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan yang dibuktikan oleh para ulama 3.7.1 Kajian ilmu bela diri ruh pemimpin besar Ayyubiyah Daulah (Salahuddin Al-Ajubi, Al-Adil dan Al-Kamil) 3.8.1 Mengungkap peranan ulama zaman Ayyubiyah Daulah dalam perkembangan peradaban Islam 4.7.1 Merumuskan watak Tokoh Besar Daulah Ayyubiyah 4.8.1 Mendeskripsikan Peran Ulama Dalam Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan Islam Pada Masa Negara Ayyubiyah 88 SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MT KELAS VIII

Baca Juga  Latihan Push Up Secara Terus-menerus Dapat Membentuk Otot Bagian

Peta Konsep Penguasa Besar Ayubia Daulah Tindakan para pemimpin Ayubia Daulah Memajukan Peradaban Islam Pemimpin Besar dan Cendekiawan Islam Karakter Ganda Mengembangkan Kecintaan Semangat Pengetahuan Inovator Kreatif John IV Tanggung Jawab untuk Sejarah Islam dari Kultus Ury Mt Kelas VIII 89

PEMIMPIN BESAR DAN Ulama ISLAM AYUBIYA DAULAH A. PEMIMPIN BESAR AYUBIYA DAULAH Sultan Salahuddin Al-Ayyubi dikenal sebagai pemimpin yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan dan kesejahteraan ekonomi rakyatnya. Ia sangat aktif dalam kajian agama, membangun bendungan, menggali kanal, dan membangun masjid. Sepeninggal Sultan Saladin Al-Ayubi, wilayah kekuasaannya terbentang luas mulai dari Sungai Tigris hingga Sungai Nil. Dinasti Ayyub diperintah oleh Daulah Al-Ayyubiyya selama kurang lebih 79 tahun, ada 9 orang yang memerintah yaitu: 1. Sultan Saladin Yusuf Al-Ayyubi (564-589 H./1171-1193 M) 2. Sultan Al-Aziz Imaduddin (589 H.) -596 H/1193-1198 M) 3. Sultan Al-Mansur Nasiruddin (595-596 H/ (1198-1200 M) 4. Sultan Al-Adil Saifuddin (596-615 H/1200-1518 M) Sultan Al-Kamil Muhammad (615-635 H/ 1218-1238 M) 6. Sultan Al-Adil Saifuddin (635-637 H/ 1238-1240 M) 7. Sultan As-Saleh Najmuddin (637-6147 H-/ .1249 M) 8. Sultan al-Muazzam Turansyah (647 H/ 1249-1250 M) 9. Sultan al-Asiraf Muzaffaruddin (647-650 H / 1250-1252 M) Di antara 9 (9) penguasa yang terkenal itu ada beberapa yaitu : Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi (1171-1193 M), Malik al-Adil Saifuddin Penguasa I (1200-1218 M) dan Malik al-Kamil Muhammad (1218-1238 M).

Mari kita lihat gambar selanjutnya…! 1. Pengamatan saya. Ilustrasi 22: Qal’atul Jabal (Benteng Gunung) Sumber: Republika.com Kairo, Mesir Ilustrasi 23: Kairo Sumber: Gana Islamika SEJARAH KEBUDAYAAN ILAM MT KELAS VIII 91

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam Kelas Viii

2. Pertanyaan saya no. Pertanyaan 1 Mengapa kita perlu mengetahui pemimpin negara Ayub? 2. Bagaimana peran pemimpin dalam membangun kemajuan negara Ayyubiyah? 3. Nilai-nilai positif apa yang Anda peroleh dari perjuangan kontemporer para pemimpin negara Ayyubiyah dalam pengembangan peradaban Islam? 4. Pelajaran apa yang dapat diambil dari semangat juang para pemimpin negara Ayyubiyah yang diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia? 5. Berikan pendapatmu tentang apa yang harus dilakukan pemimpin untuk membangun bangsanya! 3. Ulasan Saya a. Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (564-589 H/ 1171-1193 M)  Biografi Nama Lengkap, Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi Abdul Muzaffar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub. Saladin Al-Ayubi berasal dari bangsa Kurdi. Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Shirkuh hijrah (hijrah) meninggalkan kampung halamannya di dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin dilahirkan di benteng Tikrit, Irak, pada tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjabat sebagai penguasa benteng Seljuk di Tikrit. Saat itu, ayah dan pamannya menjabat Imaduddin Zanki, gubernur Seljuk di kota Mulus di Irak. Ketika Imad al-Din berhasil menaklukkan wilayah Balbek, Lebanon pada tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah dari Salah al-Din) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat raja Suriah Nur al-Din Mahmud . Semasa kecil, ayah Shalahuddin mengajarinya menguasai sastra, ilmu Kalam, menghafal Al-Qur’an dan ilmu hadis di madrasah. Buku-buku sejarah menyebutkan bahwa cita-cita awal Shalahuddin adalah menjadi ahli ilmu-ilmu agama Islam (ulama). Beliau suka berdiskusi tentang ilmu Kalam, Quran, Fiqh dan Hadits. 92 SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS MT VIII

Baca Juga  Uraikan Bagaimana Proses Yang Terjadi Pada Perkembangbiakan Secara Ovipar

Selain mempelajari ilmu-ilmu agama, Shalahuddin menghabiskan masa mudanya mempelajari teknik militer, strategi, dan politik. Shalahuddin kemudian melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Salah al-Din al-Sunni di istana Ayyubi Nur al-Din selama sepuluh tahun. Sejak kecil, watak Salagudin yang kuat terlihat jelas, rendah hati, sopan dan penuh kasih sayang. Salahuddin tumbuh dalam keluarga yang agamis dan bergambar keluarga ksatria Salahuddin Al-Ayyubi. Dunia militer semakin akrab baginya setelah Sultan Nuruddin mengangkat ayahnya sebagai kepala divisi milisi di Damaskus, dan pada usia 26 tahun, Shalahuddin bergabung dengan pasukan pamannya (Asad al-Din Shirkuh) untuk memimpin pasukan Muslim ke wilayah tersebut. Mesir atas penugasan dari gubernur Suriah (Nuruddin Zangi) untuk membantu Perdana Menteri, Menteri Fatimid Daulah (Perdana Menteri Shawar) menghadapi invasi pemberontak dan tentara salib. Misi ini berhasil. Perdana Menteri Syawar kembali ke jabatannya semula pada tahun 560 H/1164 M. e. Shalahuddin semakin menunjukkan kemampuan kepemimpinannya. Ia mampu memobilisasi dan menata kembali angkatan darat dan perekonomian di Mesir, terutama sebelum menghadapi kemungkinan invasi Tentara Salib. Tiga tahun kemudian ia menjadi penguasa Mesir dan Suriah dan menghidupkan kembali perekonomian, mengorganisir kembali tentara dan memenangkan negara-negara Muslim kecil untuk bersatu melawan Tentara Salib. Impian negara Islam yang bersatu terwujud setelah Shalahuddin berhasil menundukkan Daulah Fatimiyah di Mesir hingga tunduk kepada Kekhalifahan Abbasiyah di Bagdad pada bulan September 1174. Ayyubiyah Daulah yang memiliki mazhab Sunni akhirnya didirikan di Mesir dan menggantikan Fatimiyah Daulah yang sebelumnya memimpin mazhab Syiah. Pada usia 45 tahun, Saladin telah menjadi orang paling berpengaruh di dunia Islam. Dalam waktu 12 tahun, ia berhasil menyatukan Mesopotamia, Mesir, Libya, Tunisia, Jazirah Arab bagian barat, dan Yaman di bawah Kekhalifahan Ayyubiyah. Kota Damaskus di Syria merupakan pusat SEJARAH kebudayaan Islam MT KELAS VIII 93

Baca Juga  Tuliskan 5 Prinsip Kerajinan Berbasis Media Campuran

Pemerintahannya. Shalahuddin wafat di Damaskus pada tahun 1193 M dalam usia 57 tahun.  Kepemimpinan Selain itu, Shalahuddin merupakan seorang sultan yang memiliki kemampuan memimpin, terbukti dari cara ia memilih wazirnya. Shalahuddin mengangkat para pembantunya (Wazir), orang-orang yang cerdas dan terpelajar, antara lain Al-Qadi Al-Fadhil dan Al-Katib Al-Isfahani. Sementara itu, sekretaris pribadinya adalah Bahruddin bin Syadad yang kemudian dikenal sebagai penulis biografinya. Saladin Yusuf Al-Ayubi juga tidak mendirikan pemerintahan terpusat di Mesir. ia membagi wilayahnya di antara saudara-saudaranya dan keturunannya, sehingga memunculkan beberapa cabang dinasti Ayyubiyah: 1. Kesultanan Ayyubiyah di Mesir 2. Kesultanan Ayyubiyah di Damaskus 3. Kesultanan Ayyubiyah di Aleppo 4. Kesultanan Ayyubiyah di Hama 5. Kesultanan Ayyubiyah di Homs 6. Kesultanan Ayyubiyah Mayafaiqin 7. Kesultanan Ayyubiyah Sinjar 8. Kesultanan Ayyubiyah Hisn-Kaif 9. Kesultanan Ayyubiyah Yaman 10. Kesultanan Ayyubiyah Kerak Ia menjalin kerjasama dengan daerah lain dan pemerintahan Islam dalam kegiatan perekonomian. di Laut Mediterania, Samudera Hindia dan perbaikan sistem perpajakan. Selain itu, Saladin Yusuf Al-Ayyubi dianggap sebagai pembaharu di Mesir karena mampu mengembalikan mazhab Sunni. Atas keberhasilannya, Khalifah Abbasiyah al-Mustadi memberinya gelar Al-Mu’izz li Amiiril muminiin

Sejarah peradaban islam di dunia, peradaban islam dunia, islam dan peradaban dunia, sejarah peradaban islam, buku peradaban islam, sumbangan peradaban islam pada dunia, islam dan peradaban melayu, peradaban islam nusantara, peradaban islam, buku sejarah peradaban islam, buku sumbangan peradaban islam pada dunia, peradaban islam di dunia