Pandangan Seseorang Yang Setuju Terhadap Isu Yang Sedang Dibahas Disebut – Semua orang ingin berubah menjadi lebih baik. Bukan lebih baik dari orang lain, tapi lebih baik dari saya di masa lalu. Namun sayangnya mengubah diri sendiri tidak semudah berbicara dan sekedar merencanakan! Mungkin Anda berpikir jika Anda bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dalam sekejap๐Ÿคฉโ€ผ๏ธ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ’ช๐Ÿงšโ€โ™€๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Meski tidak mudah mengubah diri sendiri, pada akhirnya Anda akan berhasil. Meski butuh waktu cukup lama, Anda perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda bahwa Anda telah berhasil mengubah diri sendiri. Faktanya, terkadang perubahan sudah terlihat bahkan sebelum Anda mencapai tujuan utama Anda.

Pandangan Seseorang Yang Setuju Terhadap Isu Yang Sedang Dibahas Disebut

Untuk mendapatkan jawaban apakah kehidupan yang kita jalani sudah benar atau belum, kita bisa melihat bagaimana kita mengambil keputusan yang baik di masa lalu. Apakah saya mengambil keputusan yang tepat berdasarkan saran orang lain, ataukah saya menentukannya berdasarkan pemikiran dan keyakinan saya sendiri? ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฉโ€ผ๏ธ๐Ÿง

Benarkah Sikap Berbakti Kepada Ibu Bapa Semakin Berubah? Ini Pandangan Generasi Muda Singapura

Perjalanan hidup merupakan suatu hal yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya. Artinya setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya masing-masing๐Ÿ˜๐Ÿ’•๐Ÿ˜Š๐Ÿ’žโค๐Ÿคฉ

Di bawah ini adalah beberapa tanda bahwa Anda telah mengalami kemajuan dalam hidup. Ayo, apakah kamu sudah menyelesaikan salah satunya? Atau mungkin Anda pernah mengalami semua gejala tersebut? Jika demikian, kami ingin mendengarnya! Saya harap Anda selalu dapat menjaga konsistensi ini. Namun bagi yang belum, jangan khawatir, masih ada waktu dan tidak ada kata terlambat untuk berevolusi dan berubah menjadi lebih baik๐Ÿ˜Š๐Ÿ’•๐Ÿ˜๐Ÿคฉ๐Ÿฅฐโค๐Ÿ’ž๐Ÿงšโ€โ™€๏ธSejak aku mengambil keputusan itu, hidupku seperti dia berubah. Aku tak menyangka keputusan yang kuanggap sepele bisa mengubah segalanya. Kini hidupku penuh dengan kekurangan. Semua ini karena kebodohanku yang terlalu egois dan mencari materi. Aku sangat menyesal atas perbuatanku, tapi mau bagaimana lagi, nasinya sudah berubah menjadi bubur.

Peristiwa yang saya alami dua tahun lalu masih segar dalam ingatan saya. Saya seorang manajer perusahaan terkenal. Karena hal ini, saya menjadi sombong dan sombong. Saya sering memerintahkan karyawan saya untuk bekerja lembur. Mereka membenciku karena itu. Bagi saya, kalau tidak mendapat apa yang diinginkan, lebih baik mati menurut pepatah Melayu, โ€œBiarlah tulangnya putih, biar matanya tidak putih.โ€

Baca Juga  Karakteristik Wilayah Daratan Dan Perairan Indonesia

Saya bekerja keras di kantor setiap hari, baik siang maupun malam. Saya juga mengabaikan mereka yang suka bercanda. Yang penting perusahaan saya untung besar.

Ada Jer Yang 5 Atau 6 Orang Anak Awet Muda.

Saya merasa sangat lelah malam itu. Suara deritnya memecah kesunyian malam dan semilir angin yang sepoi-sepoi membuat rumahku terasa aman dan tenteram. Saat saya sedang menikmati ketenangan, tiba-tiba ibu saya mengeluh nyeri dada dan meminta saya untuk menemaninya ke klinik. Karena saya terlalu lelah setelah bekerja keras di kantor, saya membuat berbagai alasan dan menganggap penyakit ini sebagai hal biasa. Ibu selalu mengeluh nyeri dada, namun setelah minum tablet Panadol nyeri kembali muncul. Saya tidak menyangka penyakitnya menjadi begitu serius kali ini.

Keesokan paginya aku terkejut melihat ibuku terbaring di lantai tak sadarkan diri. Saya menelepon ambulans dan membawanya ke rumah sakit. Aku menjadi kosong ketika mereka memberitahuku bahwa aku terlambat. Dokter memastikan sang ibu menderita serangan jantung dan tidak dapat diselamatkan. Aku berpikir sejenak dan tanpa kusadari, air mata mengalir di wajahku.

Bisnis saya menjadi tidak stabil dan perusahaan saya mulai mengalami kerugian besar. Saya akhirnya harus menyerah. Saya tidak punya apa-apa lagi. Saat itu, aku sangat membutuhkan seseorang yang bisa menyemangati dan menyemangatiku, namun sayangnya orang itu meninggalkanku dan tak pernah kembali lagi. Aku merasa seperti terjatuh dari tangga. Aku merasa hidupku tidak ada artinya lagi. Mungkin ini jawaban Tuhan padaku.

Saya dipenuhi dengan perasaan jengkel yang tak ada habisnya. Aku hanya peduli pada harta duniawi dan tidak peduli pada ibuku semasa hidupnya. Bu, meski ibu sudah tak lagi berada di dunia maya ini, aku akan selalu mengingat jasamu. Makamnya akan menjadi tempat dimana aku bisa menyembuhkan hasratku. Aku hanya bisa berdoa semoga ibuku termasuk orang yang mendapat kedamaian dari-Nya.

Di Sebalik Gelombang Hijau, 3r Dan Islamophobia

Bel sekolah menandakan berakhirnya kelas. Chikgu Aini menyuruh siswa untuk berdiri di depan kelas sebelum mereka diperbolehkan membiarkan rambutnya tergerai. Beberapa menit kemudian aku pergi ke gerbang utama sekolah untuk menunggu Farah. Tiba-tiba aku teringat kejadian pahit yang menimpaku setahun yang lalu.

Klub hijau sekolah kami mengadakan lomba menggambar dengan tema “Lingkungan”. Pemenang pertama akan menerima piala dan $100. Saya dan Farah, teman dekat saya sejak SMA, sangat bersemangat dan mendaftar untuk mengikuti kompetisi tersebut. Walaupun saya akui teman saya juga berbakat dalam melukis, saya yakin saya akan menang.

Baca Juga  Bunga Sepatu Berkembang Biak Dengan Cara

Saat aku hendak mengirimkan fotoku ke Chikgu Jamal, guru Klub Hijau, ponsel pintarku berdering. Sambil menangis, sang ibu mengatakan sang ayah dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. Saya tidak membuang waktu dan mengemas tas sekolah saya. Sebelum berangkat ke rumah sakit, saya perintahkan Farah untuk mengantarkan lukisan saya ke Chikgu Jamal.

Pada apel pagi minggu berikutnya, Chikgu Jamal naik ke panggung untuk mengumumkan pemenang lomba melukis. Jantung berdetak. Aku membayangkan senyum bangga ibu dan ayahku yang sedang beristirahat di rumah.

Contoh Teks Debat Beserta Fungsi, Unsur, Dan Strukturnya

“Pemenang lomba melukis ini adalah Fara!” Jenderal Jikgu Jamal. Tepuk tangan meriah memenuhi aula sekolah. Hati Farah membuncah kegirangan saat teman-teman disekitarnya berkali-kali memberikan ucapan selamat. Aku hanya bisa tersenyum melihat kemenangan sahabatku.

โ€œMari kita lihat foto Farah. Chikgu berharap murid-murid lain terpacu untuk membuat lukisan seindah lukisan Farah ya?” Aku melihat Farah tiba-tiba berubah. Chikgu Jamal memperlihatkan lukisan Farah di layar agar semua orang bisa melihatnya.

Betapa terkejutnya saya melihat gambar yang saya berikan kepada Farah muncul di layar! Aku menoleh ke arah Farah. Kemarahan melintas di wajahku. Harapkan pagar, pagar yang memakan nasi! Saya sedang patah hati. Farah hanya menunduk dalam diam.

Farah menggenggam erat tanganku dalam perjalanan menuju ruang makan. Aku mencoba melepaskan cengkeramannya tapi dia sangat ingin aku mendengar penjelasannya.

Komentar: Pandangan Generasi Millenial Melayu Perlu Didengar, Jangan Herdik Mereka

“Maafkan aku Diana. Aku harus melakukannya karena aku sangat ingin mendapatkan $100. Saat aku melihat fotomu, aku tahu peluangku untuk menang sangat kecil. Itu sebabnya aku mengganti namamu menjadi namaku. Maafkan aku!” katanya sambil terisak.

Sejak saat itu, setiap kali kami bertengkar, dia meminta maaf berulang kali. Meski hatiku penuh kekecewaan, aku memaafkannya dan memberinya kesempatan kedua. Orang seperti apa yang lebih pendiam daripada melakukan kesalahan dan kekeliruan. Bagi saya, yang penting Farah menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Di zaman sekarang ini, teknologi semakin maju dan penting dalam kehidupan manusia. Smartphone dengan layar sentuh, seperti iPhone 11 atau Samsung Galaxy S10, kini tidak hanya tersedia untuk orang dewasa, tapi juga untuk anak-anak. Penggunaan smartphone kini semakin meluas, terutama di kalangan generasi muda. Pertanyaannya, apakah penggunaan ponsel pintar ini baik untuk generasi muda kita? Saya akan menyampaikan pendapat saya tentang masalah ini.

Smartphone dapat digunakan untuk mentransfer pesanan dengan lebih cepat. Pengguna juga dapat berbagi informasi hanya dengan satu sentuhan pada layar. Kemudahan ini menarik perhatian generasi muda karena mereka perlu berkomunikasi dengan teman atau guru jika ada yang kurang dipahami saat mengerjakan tugas atau belajar di luar sekolah. Jika mereka tidak masuk sekolah, teman sekelasnya dapat memberi tahu mereka tentang tugas yang harus mereka persiapkan.

Baca Juga  Servis Yang Bolanya Melambung Atau Mengambang Keatas Disebut

Ramai Yang Tak Tahu Koleksi Tudung Isteri Yang Dah Meninggal Dikira Harta Pusaka, Tidak Boleh Sedekah Kepada Orang Lain

Selain itu, generasi muda juga gemar menggunakan smartphone karena dapat memperluas jaringan sosialnya. Kemudahan ini memungkinkan mereka menjalin persahabatan dengan pengguna lintas waktu dan jarak. Anak muda khususnya remaja mempunyai banyak teman yang mereka kenal melalui website dan biasanya mereka berasal dari negara lain. Melalui berbagi foto dan video, mereka dapat belajar dan mengeksplorasi gaya hidup dan budaya. Dengan adanya kemitraan seperti ini, mereka tidak akan seperti katak di bawah cangkang, karena mereka akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang berbagai cara hidup.

Meski smartphone memiliki berbagai kelebihan, namun perangkat canggih ini juga memiliki kekurangan. Jika seseorang sibuk menggunakan smartphone, kemampuannya dalam berkomunikasi pun berkurang. Mereka akan memiliki lebih sedikit kontak dengan keluarga atau teman. Misalnya, jika seluruh anggota keluarga makan malam bersama, maka remaja yang asyik menggunakan ponsel pintarnya tidak akan membagikan aktivitas sehari-harinya atau mengikuti acara keluarganya. Tindakan ini akan mengganggu hubungan mereka.

Generasi muda juga menghadapi masalah kecanduan ponsel pintar. Mereka sangat bergantung pada alat-alat teknologi ini sehingga mereka tidak dapat berfungsi tanpa ponsel di dekatnya. Mereka mudah gelisah di kelas dan sulit berkonsentrasi karena tidak sabar menggunakan ponsel pintarnya. Akibatnya, mata pelajaran mereka juga akan dirugikan karena mereka lebih fokus menggunakan ponsel dengan bijak daripada merevisi pelajaran.

Faktanya, smartphone memiliki banyak keunggulan bagi generasi muda. Anda dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari mereka dan mereka dapat memperluas jaringan sosial Anda. Namun kemampuan mereka dalam berkomunikasi akan menurun dan masalah kecanduan akan muncul jika mereka tidak menggunakan telepon dengan bijak. Jadi orang tua berperan dalam mengawasi generasi muda menggunakan ponselnya dengan bijak.

Source Esei 2

Permasalahan kemerosotan moral remaja bukanlah hal yang baru. Keruntuhan moral generasi muda ini seringkali dikaitkan dengan masalah kesenjangan keluarga. Menurut Kamus Dewan Edisi Keempat, ketimpangan berarti kecacatan. Dalam konteks ini, kesenjangan keluarga masuk akal bagi keluarga yang kurang memiliki nilai-nilai kekeluargaan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita membahas sejauh mana kemerosotan moral remaja disebabkan oleh kesenjangan keluarga.

Kemerosotan moral remaja terjadi karena keluarga kurang memiliki nilai tanggung jawab. Beberapa orang tua tidak memenuhi kewajibannya sebagai guru sekolah dasar untuk mendidik anak remajanya dari sudut pandang moral. Mereka memberi sekolah tugas pendidikan moral.

Pandangan alkitab terhadap iptek, rasa ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu disebut, pandangan palestina terhadap indonesia, cara mengetahui seseorang sedang berbohong, seseorang yang ahli dalam bidang desain disebut, pasal penghinaan terhadap seseorang, cara mengetahui seseorang sedang hamil, isu sosial yang sedang hangat, pandangan terhadap lgbt, sebutkan contoh isu yang dibahas ilmu ekonomi moneter, pandangan gereja terhadap lgbt, pandangan manusia terhadap lingkungan