Kojah Sing Apik Iku Kojah Sing Isine – Pengumuman penting Pemeliharaan server terjadwal pada hari Minggu (GMT) pada hari Minggu, 26 Juni, mulai pukul 2:00 hingga 8:00. situs web akan ditutup pada waktu yang ditentukan!

Majalah Digital Jawa, Vol. II Tidak. 01 | Juni 2022 www.majalahbelik.com Pertanian berkelanjutan mengembangkan budaya Jawa Cetak Harga Eceran Rp. 20.000,- ALAM LIYA DIGITAL JAGAD SERDHADHU SRIYONO Masyarakat Masih Bingung Dibutuhkan Buku PADHALANGAN Kartun (Bahasa) Jawa Tak Tertinggal Mobah Mosiking Jaman Jilid II NalaNo. 01 | Juni 2D022amayant1i

Kojah Sing Apik Iku Kojah Sing Isine

Cerita Nggege Mangsa, takdirku hilang karena aku tiada. Penulis: Farida Puji Astuti, dimana kamu, tidak ada kabar. Saat orang tuaku bahagia, selalu turun hujan dan mereka ingin pergi ke jendelaku yang terbuka dan menggunakannya sebagai kehidupan mereka. Bukan seperti itu sayang. Tapi kalau ada yang mau beli, Kaca dan Bu. Arum yang selalu menunggu jika pemilik warung siap memenuhi kebutuhan saya. datanglah menurut kehendak manusia. melayani Hujan turun sampai bulan Desember. Rumah sepi karena ada anak-anak. Memang benar kebahagiaan itu direncanakan, tapi dulu saat hujan deras, mereka pergi kepada Tuhan. Tuan menelepon Aku dan kakakku menjadikan bulan Desember sebagai bulan yang hanya menggunakan ponsel – Rini adalah seorang dosen, Bu. Arum merupakan sumber utama hujan. Dia sendiri. Kalau saya dan non-ASN lainnya yang punya jabatan dan Wi-E, ya, saya sudah banyak menonton TV dan banyak kontak dengan Shinarno, kakak ipar saya, yang berubah pikiran. , seperti perubahan menunggu di kedai kopi. dalam hal penelitian. Jadi itu semua manusiawi. Alam juga setuju, acara TV tidak terlalu menarik bagi saya, perekonomian stabil. Itu seperti kebiasaan manusia. perhatian, terutama menonton berita, saya rasa saya satu-satunya yang du- Jika semua ini terjadi di masa lalu, Anda dapat menggunakannya untuk nongkrong di rumah. Ada ayam di rumah, karena setiap wu- nya besar, itu mangga, pikiranku kemana lagi aku dibantu madu dan rambutan, jambu biji, kelngkeng dan dimana-mana, aku ingat waktu kecil dulu, bekas kakakku membayar biaya sekolah. Agar pohon-pohon itu hidup sampai tua, saya merasa anak-anak saya, Seto hingga Bima, masih hidup. menyimpan air hujan yang masuk. Mengapa Anda harus mengkhawatirkannya? Ya, saat ini? Halaman yang luas inilah yang menjadi tempat orang “Thok…thok…thok…” membaginya menjadi sebuah rumah kecil. Tapi dengan cara ini saya masih mendapat uang. Makjenggirat, aku masih kecil, kenapa aku ingin menanam pohon untuk bersyukur kepada Tuhan karena aku terbangun dari tidurku. Siapa yang besar tidak mempunyai bumi lagi, tetapi dia diberkati. Curah hujan melimpah sehingga tidak dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Saya memiliki empat saudara laki-laki. kawan, pikirku. Seperti malam ini yang selalu hujan, kedua anak laki-laki itu selalu menangis, kakak, adik, salah satunya dan aku yang bungsu. nomor saudara “Wang….Nawang……ini aku.” udaranya panas, udaranya bersama, Suharso, sudah menikah dan punya anak – Saya sedikit terkejut kenapa dia memperhatikan apa yang dia lakukan saat bepergian. tiga anak, orang tua jauh dari kakak perempuan saya, Ny. Arum. Menawa tidak mau membeli barang Jawa. Dan yang kedua Pak Jalang – nanti dengar suara mobil atau mobil, puas kalau tidak baca, dosennya lebih berpendidikan, hei kenapa tiba-tiba datang ke depan. dari kafe atau toko, menunggunya pergi, dengan dua anak. Sesampainya di rumah. Saya membuka pintu. sampai hujan semakin deras. Itu sebabnya toko ketiga saya, Ny. Arum. Saya juga kaget ketika Bu Arum datang memenuhi kebutuhan itu. Ia menikah dan memiliki dua anak. Sedangkan bagi yang tidak betah dengan massa Nano, pihak keluarga sudah menutup pintu. Hanya anak bungsuku, Nawang. Kedua anak saya, entah dari Gilang atau Gendhis, adalah anaknya. Meski dimasukkan karena penampilannya. “Beri aku handuk, nona. Nanti aku akan berganti pakaian menjadi dhasterku,” kata ayahku sambil mengambil handuk dan dhaster. “Ya, tidak sulit untuk mengkhawatirkannya. Aku membawa kembalian. Di mana Seto dan Bima?” – tanya Bu Arum. – Sudah telpon? “Tidak, itu melanggar hukum. Eh Nawang, aku hanya ingin menginap di sini satu malam saja. Aku harus berangkat besok pagi. Kalau bisa, jangan sampai ada yang tahu kalau aku aku di sini, aku.” “Apa yang terjadi Bu, kenapa serius sekali? Dengan Pak Nano?” Saya bertanya. “Tidak. Saya ingin menyusul Nano. Besok kamu akan mengetahuinya.” – Bagaimana kabar anak-anak? panda sa sekku. Lanjutan halaman 48 >>> 2 Jilid II No. 01 | Juni 2022

Baca Juga  Buka Puasa Arafah Jam Berapa

Budaya, Seni Dan Sastra Jawa

Majalah Digital Jawa Sigramilir mengatakan bahwa “keistimewaan” tidak bisa dengan mudah menjaga perkembangan budaya Jawa Jogja, Jogja, masih unik / unik negaranya, masyarakatnya unik / Jogja, Jogja, masih unik / Jogja unik di Indonesia. Diposting oleh Gema Godam Grafik dan dengarkan lagu ini dari Yogyakarta/ Negeri ternyaman, serasa surga/ Pasbuja Kawi Merapi Sleman Jangan Khawatir Dunia Jadi Neraka/ Disini kamu akan selalu bahagia dan bebas. Pimpinan Umum/ Inilah awal mula lagu “Jogja Istimewa”, setelah intro “holopis kultun Penangangbung Jawab: baris”, dibuat dan dipopulerkan oleh Jogja Hip Hop Foundation. Lagu tersebut mulai didengarkan oleh Sutopo Sugihartono beberapa waktu sebelum pemerintahan Wakil Pemimpin Umum DIY: Tengah, sebelum tahun 2012 mendapat status khusus.Lagu tersebut menjadi populer setelah keluarnya UU No. 2. 13 Agustus 2012 tentang Budi Sardjono Daerah Istimewa Yogyakarta Dikukuhkan Pada 31 Agustus 2012 Pimpinan Perusahaan : Pada-pada (syair) yang terdapat dalam lagu “Jogja Istimewa” mewakili keunikan DIY, Akhiyadi, Anas Mubakkir, serta keunikan masyarakatnya. Seolah-olah di kawasan Yogyakarta ini yang ada hanya keindahan dan ketampanan Pemimpin Redaksi Ita Kurniawati: dan kenyamanan yang menyenangkan. Semuanya brilian dan sederhana. Alam itu indah. Orangnya juga seperti Wakil Redaksi Sarworo Soeprapto: kekanak-kanakan, ramah dan pendiam. Eny Murtiningsih, Tapi benarkah? Pertama nanti. Yang disebut lagu monofonik juga bisa menjadi Wasita Pemimpin Redaksi: objek mimpi, yang ada dalam imajinasi atau keinginan (ideal). Suhartoyo juga bisa mengatakan bahwa keadaan kenyataannya tidak seperti yang digambarkan dalam lagu tersebut. Bisa jadi seorang editor: yang terjadi justru sebaliknya. Nyadi Kasmoredjo, Yohanes Siyamta, Bagi yang mengetahui kliping musik, lagu, serta isi puisi dalam lagu-lagu tersebut, R. Toto Sugiharto protes karena isi lagu “Jogja Istimewa” sangat mendekati kebenaran. kehidupan Edy Suparyanto Sekretaris Redaksi: keseharian di daerah Yogyakarta. Namun bagi saudara “awam” jika berbicara tentang musik dan kesenian Ngatilah, isi lagu ini hanya sekedar lelucon. Gandung Sukaryadi, Rr. Wahyu Widayati Sebenarnya kawasan Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan kawasan Bandahara lain yang ada di Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Jumlah penduduk miskin masih tinggi, angka pengangguran Alexandra Indriyanti Dewi masih tinggi, angka kriminalitas masih tergolong tinggi (berupa kriminalitas, pencurian Nursiyah Illustrator: pemerasan, kecurangan, penganiayaan), dan masih banyak lagi. yang kurang disiplin. Korupsi dan Precetak/Artistik Mulyantara: Masih Belum Tercakup. Praba Pankripta Kutha Ngayogyakarta, merupakan tempat yang menjadi pusat kawasan Ngayogyakarta, dan juga Iklan: Titian Pinta Sutarti adalah “wajah” DIY, untuk menggambarkan bagaimana keadaan di Ngayogyakarta, Influx: incl. kondisi warganya. Selain situasi jalan yang semakin sulit, aksi penguntitan masih marak di Hayuning Dewi Drajati dan aktivitas kriminal pun terus terdeteksi. Yang lebih mengagetkan lagi, Ketua Redaksi: Perum Baleasri F-15 RT 13 RW 46 Daerah yang belakangan nonaktif juga dituduh korupsi dan ditangkap di Balecatur, Gamping, Sleman, DIY oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). . Namun kota Yogyakarta mempunyai slogan Handphone 087738407999 Email : atau slogan “Berhati Nyaman” (Bersih, Sehat, Indah, Nyaman). Bagaimana, kan? [email protected] Untuk menjaga cita-cita, nama, semboyan dan slogan tetap hidup dan sehat, Majalah BELIK menerima sumbangan berupa surat, foto dan lukisan dari para pembaca. cantik dan sempurna, tidak mudah. Memang benar jika itu untuk tujuan pemasaran, yaitu. branding, Redaksi berhak mengubah pesan tanpa mengubah isinya. Pesannya, tapi kalau tidak bisa dipraktekkan, ibarat memotret wajah sendiri. Teks, gambar dan gambar yang termasuk dalam DAFTAR PUBLIKASI BELI mempunyai hak editorial. 2 Ngayogyakarta PENDEK 36 BACAAN UNTUK ANAK Ngege Mansa 20 WIRID Kancil Kaliyan Sima Gombang 4 KEBIASAAN Ulat, dari Ngrikiti hingga 38 CERITA REMAJA Upacara Adat Kagelar Da Kupi Ngluru Festival Pertemuan Harimau Malaya Kabupaten Sleman 23 Juta SABrown 0 rung SABrown . Studio Lalek 42 PADHANG REMBULAN Kartun Jawa (bahasa) takkan ada habisnya 24 LEGENDA JAWA Layanganku Muluk Kesingkur Mobah Mobah Mosiking Teman Penulis Staf 43 MACAPAT Jaman 25 KiNASIH Jamu Jawa 8 memoriam 26 dunia digital 44 BAYUMASAN Subro, seniman digital hebat yang, meskipun digitalnya luar biasa Seniman, , Jangan Biarkan Dunia Hilang Seperti Sapu Masyarakat Seni Menggambar masih membutuhkan buku 45 MASAKAN di Indonesia 28 ALAM LIYA Cha Phedes Kembang Brambang 10 BERITA JOGJA Serdhadhu Sriyono 46 USADA 14 MILANGKORI 29 PENGALAMAN SAYA Lara Boyok 16 WISATA Pungeng Pa Mawarbur 49 CANDI KATALOG 30 KUNJUNGAN Candi Manusia tingan 17 PASREN Panandhange Nala Damayanti 51 KOMIK Oncidium, Anggrek yang 32 SEJARAH RAKYAT 52 SENI Perawatan Mudah Goyak Brandhal Performance Akbar 18 cerita 34 SEJARAH LANDHUNG Swaga Yugama 2022 Legends Adeging No. Kesultanan 01 | Juni 2022 3

Baca Juga  Jenis Olahan Tanaman Bambu Muda Adalah Berupa

Pawai Adat Adat Adat di Sleman (Foto: Dok Disbud Sleman/BELIK) Upacara adat disertai pertanian dalam Festival Upacara Adat (Foto: Dok. Disbud Sleman/BELIK) Festival Kemeriahan Adat yang digelar di Kabupaten Sleman Memperkuat dan Mengembangkan Kreativitas Masyarakat Adat Kemeriahan perayaannya di kota Kabupaten Sleman. Kebudayaan Kabupaten Slemana Tahun 2022 Kabupaten Slemana, Kami mengajak seluruh pihak untuk mengirimkan con-Eda Winarya SSn MSi,

Layangan sing apik, sing apik, lagu sing apik, gambar sing apik