Bagaimana Ketentuan Yang Harus Dipenuhi Oleh Seorang Penyembelih – Suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku flip Anda sendiri

Modul PAI Kelas 9 Aqiqah dan Qurban yang Menimbulkan Kepedulian Masyarakat Tamama Hafizah, S. PD. aku kelas 9 smpn 5 lebong

Bagaimana Ketentuan Yang Harus Dipenuhi Oleh Seorang Penyembelih

PAI Kelas 9 Isi Bab 4 Aqiqah dan Qurban yang Menimbulkan Kekhawatiran di Masyarakat 1. Ketentuan dan Tata Cara Penyembelihan Hewan Penyembelihan hewan hendaknya dilakukan dengan baik dan benar sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Membunuh hewan tidak sama dengan membunuh mereka saja. Jika Anda membunuh hewan, Anda dapat melakukannya dengan berbagai cara, misalnya dengan menusuk, mencekik, meracuni, atau memukul. Sedangkan menurut syariat, penyembelihan dilakukan dengan cara dan syarat tertentu. A. Ketentuan Penyembelihan Ketentuan penyembelihan yang diatur dalam ajaran Islam adalah yang memenuhi ketentuan sebagai berikut. 1. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh rumah potong hewan bagi orang yang melakukan penyembelihan adalah: 1). Pembunuhnya adalah seorang Muslim. Hukum pembunuhan tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir (orang yang mengingkari Allah SWT), musyrik (orang yang menyekutukan Allah SWT), atau orang murtad (orang yang meninggalkan agama Islam). 2). Pembunuhan berencana. Tukang daging harus waspada dan membunuh dengan sengaja. 3). Tukang daging itu dewasa dan bijaksana. Tidak sah membunuh orang yang belum baligh dan orang yang belum waras, misalnya orang gila. 4). Pembunuhnya membaca Basmala. Selain membaca Basmala, juga disunnahkan membaca Salavat dan Takbir sebanyak tiga kali bagi para penyembelih. Perhatikanlah sabda Nabi Muhammad SAW. Inilah artinya.

Modul Akikah Dan Qurban Kelas 9 Pages 1 8

Hal ini diriwayatkan oleh Anas R.A. Beliau bersabda: Seorang Nabi saw. Dikurbankan dua ekor yang berwarna putih, sedikit hitam dan bertanduk. kaki di bahunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim) 2. Syarat-syarat menyembelih hewan 1). Hewan-hewan itu masih hidup. Membunuh hewan mati tidak sah. Adapun hewan yang dilukai, dicekik, dibunuh, terjatuh, dilukai oleh hewan lain atau diserang oleh hewan liar, jika kita mengetahui bahwa mereka mati. Jika tidak, kita bunuh, maka halal memakannya. Allah SWT. Beliau berkata: ُمْن ِنگـنگُ ْ ْ َوال ِب ٖ هّٰللاِ ِر ِه َّل ِلگَ ْي ِر ِر َو َم آ ِ Semoga Tuhan memberkati anda ِعلّع ُ ِریمت ِإِب ُح علّى َejk ال ْودْي ِن ُك ْم الّ ِذْي ِن ُكفّ َّ س ال َيِٕى َ ِيْْ QUENT itu ْۗ ِ ِ ِ ُكْ! , Artinya : “Diharamkan bagi kamu untuk tidak memakan tanduk, darah, babi dan daging (hewan).” Dari Allah) yang dicekik, yang dicekik, yang disembelih, yang dibuang, yang dimutilasi, dan yang dimutilasi. yang dicabik-cabik oleh binatang buas, kecuali yang dibunuh Karena kamu sempat.” (Q.S.al-Maidah/5:3) 2). Hewan-hewan tersebut termasuk hewan yang halal. Tidak boleh membunuh hewan yang haram untuk dimakan seperti tikus, katak, babi, anjing, dan kera. Dengan kata lain, walaupun dibunuh, tetap haram dikonsumsi. 3. Syarat-syarat alat penyembelihan 1). ketajaman alatnya adalah agar pengerjaannya harus cepat agar hewan tersebut mati seketika. Bisa dari besi, baja, bambu atau apapun yang ujungnya runcing.

Baca Juga  Orang Yang Hemat Akan Disayang

4. Syarat-syarat proses penyembelihan 1. Penyembelihan dilakukan pada bagian leher hewan sampai makanan, saluran pernafasan dan kedua urat leher dipotong. 2. Pada saat menyembelih hewan, orang yang melakukan penyembelihan harus memastikan bahwa ia memotong/memotong bagian-bagian berikut ini. i) Laring (saluran pernafasan); ii) pipa makanan; iii) Dua vena jugularis di sekitar tenggorokan. Jika ketiga bagian ini dilanggar maka penyembelihannya menjadi sah. B. Proses pembunuhan hewan 1). Tata cara pembunuhan tradisional 1. Siapkan lubang penampung darah. 2. Hewan yang akan disembelih menghadap kiblat, sisi kirinya menghadap ke bawah. 3. Kaki hewan dipegang kuat atau diikat, kepala ditundukkan. 4. Letakkan bagian leher hewan pada lubang penampung darah yang telah disiapkan 5. Berniat untuk disembelih. 6. Membaca Basmala, Shalawat Nabi dan Takbir sebanyak tiga kali. 7. Letakkan pisau (alat penyembelihan) ke arah leher hewan. Kocok hingga tenggorokan, pipa makanan, dan vena jugularis terpisah. Ada hal-hal tertentu dalam proses penyembelihan yang disunnahkan, yaitu: i) membuat alat penyembelihan setajam mungkin, ii) mengarahkan wajah hewan yang disembelih ke arah kiblat, dan iii) penyembelihan di bawah leher hal-hal yang salah dalam penyembelihan adalah: i) Penyembelihan dengan alat yang kurang tajam,

Ii) penyembelihan dari belakang leher, ii) penyembelihan sampai seluruh leher terpenggal, dan iv) pengulitan dan pemotongan bagian tubuh sebelum hewan tersebut dibunuh seluruhnya. 2). Tata Cara Penyembelihan Secara Mekanis 1. Pastikan mesin penyembelih hewan dalam keadaan baik. 2. Mempersiapkan hewan yang akan disembelih di rumah potong hewan. 3. Penjagal (operator mesin) bermaksud membunuh. 4. Membaca Basmala, Nabi Salavat dan Takbir tiga kali. 5. Nyalakan mesin pemotong dan penyembelihan. 2. Aqiqa Arti bahasa dari Aqiqa adalah mematahkan atau menusuk. Menurut syariat, Aqiqah berarti menyembelih kambing/domba sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Pada saat kelahiran seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan. Aqiqah terpenting dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Pada hari itu kepala seorang anak dicukur dan diberi nama yang baik. Sabda Nabi SAW. Artinya: “Diriwayatkan oleh Samurah dari Nabi SAW. Beliau bersabda: Setiap anak digadaikan aqiqahnya dan dibunuh pada hari ketujuh, dicukur kepalanya, dan diberi nama.” (H.R. Ibnu Maja) A. Hukum Aqiqah Hukum Aqiqah adalah Sunnah Muqad. Muqad ki Sunnah artinya Sunnah yang sangat dianjurkan. Yang terbaik adalah menyembelih anak pada hari ketujuh setelah kelahirannya. B. Syarat Hewan Aqiqah Kebanyakan ulama sepakat bahwa hewan yang digunakan untuk Aqiqah adalah kambing/domba. 2 ekor kambing/domba untuk putra dan 1 ekor kambing/domba untuk putri. Syarat Aqiqah kambing/domba adalah: 1. Kambing/domba harus sehat, tidak kurus, dan tidak cacat, dan

Baca Juga  Perhatikan Gambar Berikut Ini Fenomena Pada Gambar Diatas Terjadi Karena

2. Kambing/domba berumur lebih dari satu tahun (sudah berganti gigi). 3. C. Pembagian Daging Aqiqah Ketentuan pembagian daging Aqiqah berbeda dengan pembagian daging kurban. Dalam hal ini, daging akika diberikan dalam keadaan matang. D. Hikmah Penerapan Aqiqah 1. Menghayati Sunnah Nabi Muhammad RA. 2. Membebaskan anak dari penyanderaan 3. Terdapat unsur perlindungan dalam ibadah Aqiqah dari setan yang dapat mencelakakan anak yang dilahirkan. 4. Dengan rahmat dan pertolongan Allah SWT, Aqiqah dapat melindungi anak dari bencana, keburukan akhlak dan penderitaan. 5. Merupakan bentuk mendekatkan diri (self-approach) kepada Allah SWT. 6. Aqiqah sebagai sarana menunjukkan kebahagiaan dalam penerapan syariat Islam. 7. Mempererat tali silaturahmi antar anggota masyarakat 3. Kurban Dalam fiqih, hewan kurban biasa disebut dengan al-Udhiyyah, yang bentuk jamaknya adalah al-Adhahi. Dari segi bahasa, kurban berasal dari kata “qarraba” yang berarti dekat. Menurut syariat, kurban berarti ibadah berupa pembunuhan hewan tertentu berdasarkan perintah Allah SWT. Dan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Diharapkan untuk lebih dekat dengan itu. Allah SWT. Q.S. Memerintahkan kaum muslimin untuk berkurban sebagaimana dijelaskan dalam. Al-Kausar/108:1-3. Hal lain yang kamu ketahui adalah – setahun yang lalu Berdoalah kepada Tuhanmu, dan berkurban (dalam ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang membencimu adalah orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). Q.S. Al-Kauser/108:1-3 A. Hukum Kurban Pelaksanaan kurban adalah Sunnah Buqaqad yang artinya sangat dianjurkan. Bagi yang mampu, dianjurkan untuk berkorban. Orang yang

Penyembelihan Hewan, Qurban Dan Aqiqah Pai Bp Kelas 9

Mampu berkurban namun tidak melakukannya, maka hukum baginya Makrooh (disukai Allah SWT dan Rasul-Nya). B. Ketentuan Hewan Kurban Jenis hewan kurban yang diperbolehkan adalah unta, sapi, kerbau, kambing atau domba. Adapun bekal untuk hewan tersebut adalah: • Unta berumur 5 tahun, • Sapi/kerbau berumur dua tahun, • Kambing berumur dua tahun, dan • Domba/domba berumur satu tahun atau sudah diganti giginya. Ketentuan kedua, maksimal tujuh orang yang boleh menyembelih unta, sapi, dan kerbau. Sedangkan untuk kambing dan domba hanya boleh dikurbankan satu ekor saja. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi. Artinya: “Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA. Beliau berkata: Suatu ketika kami menyembelih hewan kurban bersama Rasulullah. Satu ekor unta untuk tujuh orang dan satu ekor lembu untuk tujuh orang di tahun Hudaybiyya juga bersama.” (H.R. Bukhari dan Muslim) C. Waktu penyembelihan hewan kurban Waktu penyembelihan hewan kurban adalah setelah shalat Idul Adha (tanggal 10 Zul Hijjah) dan tiga hari Tasyariq (tanggal 11, 12). ), dan tanggal 13 bulan Dzulhijjah) D. Membagikan daging kurban kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan dalam keadaan masih mentah, belum matang, jika orang yang berkurban (Sahibul Qurban) menghendaki, boleh mengambil daging

Baca Juga  Nama Jembatan Jenis Jembatan Alasan

Jelaskan sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan, nutrisi yang harus dipenuhi ibu hamil, jelaskan kandungan zat yang harus dipenuhi pada makanan yang sehat, yang harus dimiliki seorang wirausaha, sebutkan syarat yang harus dipenuhi sahibul kurban, makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi, kalori yang harus dipenuhi saat diet, sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, sebutkan ketentuan seorang penyembelih, yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha, yang harus dilakukan seorang pemimpin, makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes