Atur Pakurmatan Urut Saka Pangkat Kang – Apakah dia menyukai buku ini Publikasikan buku Anda secara online gratis dalam hitungan menit!Buat flipbook Anda sendiri

40 Kirtya Basa IX Baca dan hafalkan teks drama ini agar nantinya bisa berakting dengan baik. GAJAH MADA WINISUDA Adegan I GAJAH MADA: Pasti bisa… Pasti bisa… Ya Tuhan tolong… Patty H. Tada: Mada… Gajah Mada Mada: Paman Patti Hariya Tada… Tolong…Paman Kathuran Pinalak…! Patih H Tadah : Sajak kaget karena saya datang bukan kamu. Gajah Mada : Saya terkejut ketika Paman Tada datang di malam hari karena Paman Tada masih sakit dan tidak ada orang yang menemaninya. Lumayan….ya, malam ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki Mojopahit. Gajah Mada : Paman.. Patih H Tadhah : Mada, seperti yang anda ketahui, saya telah mengajukan pengunduran diri saya kepada Tuan Prabu Putri dan Mahapatih Mojopahit diminta untuk mengundurkan diri…dan Tuan Prabu Putri setuju… Gajah Mada : Apakah anda mengundurkan diri, paman? Patih H Tadhah: Ya, saya sudah tua dan lemah serta pikiran saya kurang jernih dan tidak begitu cepat. Negara Mojopahit membutuhkan pemimpin yang kuat untuk keberhasilan Mojopahit. Pertama Mada, Segar… Tempat Paman juga berubah… Gajah Mada: Aku?

Atur Pakurmatan Urut Saka Pangkat Kang

Kirtya Basa IX 41 Patih H Tadah : Iya Gajah Mada : Tidak ada om. Jika Anda belum siap, Mojopahit akan membuat Anda merasa lebih baik. Patti H. Tada: Genea?Gajah Mada: Pundak saya tidak kuat menahan posisi Mahapati Mojopahit. Di antara para nayaka Panca Ri Wilwatikta, Mahamenteri Hino Dyah Janardana dan Mahamenteri Sirikan Dyah masih banyak lagi yang layak. Gajah Mada: Paman. Patih H Tadhah: Mada, jujurlah pada karaktermu… Yang saya pahami dan rasakan adalah kekuatan, ketabahan, dan semangat seorang prajurit yang konon luar biasa. Bahkan personel militer bermimpi menjadi pemimpin sejati. Jika Anda mengangkat seorang kepala, dia pasti akan memiliki ambisi yang lebih tinggi untuk menjadi seorang Senopati… Dari yang saya harapkan, dan jika Anda tidak memeriksa hati Anda… Gajah Mada adalah Mahapati Anda harus memiliki ambisi untuk status Mojopahit… Gajah Mada: Tidak ada kata terlambat untuk bergabung dengan Mojopahit. Gajah Mada: Saya… Patih H Tadhah: Mada… Adegan II Tribuwana TD: Paman Patih Harya Tadhah, saya bertanggung jawab setelah saudara saya Jayanegara, tetapi Mojopahit tidak tenang. … Semakin banyak paman Patih Harya Tadah menyerukan pengunduran dirinya. , kenapa kamu tidak melemahkan mojopahit? Patih H Tadhah : Pak Prabu Putri, saya lemah dan tua. Sudah tiba saatnya bagi Mojopahit mengandalkan benteng untuk membawa kedamaian bagi bangsa Mojopahit menuju kesuksesan dan mendorong para pemuda dan pemudi bangkit dari guru-gurunya.

Baca Juga  Bagaimana Dakwah Islam Dilakukan Dengan Perdagangan

Modul 5 Wirausaha Budaya Jawa Ppg

42 Kirtya Basa IX Tribuwana TD: Alangkah baiknya om, ‘revolusi’ Saden dan Keta belum selesai. Masih perlu perhatian untuk menyelesaikan dengan cepat. Kaum muda belum siap memikul tanggung jawab yang berat. Patih H Tadhah : Pak Prabu Putri, makanya saya mengundurkan diri. Karena dia memiliki visi orang yang bertanggung jawab dan percaya dia bisa membawa perdamaian ke Mojopahit. Tribwana TD: Paman siapa Patih H Tadhah: Gajah Mada… Ra Banyak: Menurut titah raja, Gajah Mada adalah orang yang tidak diketahui garis keturunannya dan memiliki banyak bangsawan yang pantas mendapat gelar mahapatih. Jika Gajah Mada terpilih, saya yakin akan banyak yang membangkang perintah Mada, merasa kecewa dan terhina karena perintahnya anak-anak tadi malam yang belum kehilangan Kotoran Lempuyang. : Baginda…. Selain itu, Pak Patih Kebijaksanaan Harya Tadah hanya meraih kejayaan keluarga. Gajah Mada sudah lama dekat dan Gusti Pati Hariya Thada kehilangan sukunya, maka bukan tidak mungkin Gusti Hariya Thada menjaga Gajah Mada. Patih H Tadhah: Jangan marah atau terburu-buru mencela hal-hal yang tidak pantas. Ra Banyak : Apa dasar pemikirannya Patti H. Tada : Ingat pemberontakan Kuti Siapa yang boleh minum? Siapa yang bisa menyelamatkan Raja Jayanegara di Vedanda? SIAPA? Gajah Mada…! Ya, hanya Gajah Mada yang dapat memadamkan pemberontakan dan menyelamatkan Raja Jayanegara tanpa harus menumpahkan darah prajuritnya. , menurut saya pendekar penuh tipu muslihat… Ra Kembar : Gusti Patih Harya Tadhah… Tribuwana TD : Cukup… .Mojopahit tidak butuh dalil hamba

Kirtya Basa IX 43 membenarkan sudut pandangnya. Anda bisa menilai benar dari salah. Dan kemudian saya menemukan siapa yang memiliki hubungan dengan orang-orang. Gajah Mada…! Gajah Mada: Ada perintah dari Tuan Prabhu Putri?Tribuwana TD: Bagaimana kalau paman Patti Hariya Thada?Gajah Mada: Pak Prabhu, saya….. Adityawarman ada di sini Adityawarman: Saya yang datang…. Tribuwana TD: Yayi Adityawarman, bagaimana pendapat Duta Besar Mojopahit di Sadeng?Kunjungan itu tidak diterima sebagai duta kerajaan.Tribwana TD: Sepertinya Saden melakukan kesalahan.Tribwana TD: Mandiri?mengerti. Dia pasti kalah dalam perang. Patti H. Tada: Kalau Yang Mulia Prabhu Putri menghendaki, saya akan menuruti. Tribuwana TD: Gajah Mada, siap-siap prajurit Bayangkara. Misalnya, Anda berada di Sadeng. Sebelum berangkat, terlebih dahulu lulus dan menjadi Patih Amangkubumi Mojopahit. Gadjah Mada : “Raja, saya lebih suka pangkat seorang duke. Wisuda diadakan nanti.” Ra Banyak : Gusti Prabu, jangan bicara tentang Gajah Mada. Saya juga bertanggung jawab dan bisa mendukung Mojopahit. Ra Kembar : Iya saya seorang raja Patih H Tadah : Banyak.

Baca Juga  Bagaimana Bunyi Sila Kelima Pancasila

44 Kirtya Basa IX Kerendahan hati. Ra Banyak : Senang bertemu denganmu. Situasi di Mojopahit harus ditangani… Tuanku raja berpamitan denganku… Ra Kembar dan Ra Banyak berangkat mengunjungi Gajah Mada. Tribuwana TD: Gajah Mada, Mojopahit tidak butuh non-speaker. Saya katakan kepada Raja Mojopahit, Gajah Mada adalah satu-satunya duta saya untuk melindungi badai Sadeng, saya tidak mau tunduk… saya belum siap. Karena Saden harus mandiri. Saden tidak mau menjadi jajahan Prabu Putri Tribuana Tungga Dewi.. Semua abdi dalem datang ke pesta pernikahan Hari ini Gadjah Mada juga datang. Gadjah Mada meliputi sungai Keta dan Sadeng. Tribuwana TD: Gajah Mada, kamu prajurit yang sangat baik. Aku, Ratu Mojopahit, tidak akan menerima permintaanmu karena mulutmu bisa menyerap rasa sakit Raja Mojopahit. Saya, Aliya Tada, telah menjawab perdebatan tentang pengunduran diri saya di hadapan Tuhan. Karena sudah saatnya Mojopahit dipimpin oleh para pemuda. Tribwana TD: Semuanya dilakukan untuk kepuasan paman saya. Oleh karena itu, saya meminta Ratu Mojopahit untuk menulis surat. Paman biarkan aku membaca

Kirtya Basa IX 45 Arya Tadah: Beri aku perintah Raja Mojopahit. Ini permintaan Patih Amangkubumi Arya Tadah. Apa pandangan pangeran pada hari penghormatan ini. Jelas bahwa Rehning telah mencapai akhir hidupnya dan dia meninggal karena usia tua. Kedua, saya putra Gajah Mada yang akan diangkat menjadi Patti Amankubumi Mojopahit karena ukuran pelabuhan terlalu besar untuk raja. Oleh karena itu, Anda harus mematuhi semua perintah saya. Ratu Mojopahit Tribuana Tungga Dewi Gajah Mada pergi untuk menerima hadiah ini… Gajah Mada : Saya mengikuti perintah paman saya… Tuanku Prabhu mengucapkan terima kasih atas hadiah yang diberikannya. TD: Ya saya akan… Gajah Mada: Yang Mulia, saya mohon restu Anda agar saya dapat memenuhi tanggung jawab besar ini. bendera gula. Ra Kembar: Ha…ha…ha… Mada Gajah… Mada Gajah Jangan khawatir. Anda adalah pria yang lahir dari sudra. Jangan remehkan kehebatan Mojopahit hanya dengan angan-angan… itu hanya akan menyeret nasib Mojopahit ke dalam jurang penderitaan. Gajah Mada : Ra Kembar dan Banyak… Aku bukan prajurit yang hanya ingin mencari nafkah dan menghancurkan perutku… Di Mojopahit aku tidak tahu kemajuan Mojopahit… Ra Kembar : Mada…Apakah kamu menghina saya? Gajah Mada : Alangkah indahnya… Ra Banyak : Oh…Mada…Mada…orang Sudra cantik baru saja lulus sebagai Patih Amangkubumi. Mereka memiliki keberanian untuk menginginkan penyatuan pulau-pulau. Tapi aku satu-satunya yang berdarah.

Baca Juga  Panjang Pendek Bunyi Dapat Disusun Membentuk Sebuah

Buku Bahasa Jawa Pages 51 100

46 Kirtya Basa IX Mimpi besar… Artinya orang kerdil yang menggapai bintang Mada Arya Tadah : Ra Banyak, bagaimana dengan Ra Kembar yang tidak ada disini

Atur pakurmatan