Apa Amanat Cerita Asal-usul Sungai Kawat – Terima kasih… Alhamdulillah buku Antologi Cerita Rakyat Kabupaten Sintang Legenda Bukit Kelam ini dapat diselesaikan dengan baik. Tidak mungkin memisahkan mereka semua dari mendukung kelompok yang berbeda. Buku ini adalah buku pertama saya, jadi buku ini adalah langkah pertama saya dari seribu langkah selanjutnya. Saya berterima kasih kepada ayah (almarhum) tercinta dan ibu saya, kakak, adik dan kakak yang selalu menginspirasi saya sepanjang hidup saya. Terima kasih khusus kepada keluarga kecil saya – Agus Kurniawan, Audey, Huan dan Elyn. Kalian semua adalah sumber kebahagiaanku. Terima kasih kepada seluruh guru dan siswa SMA Negeri 1 Tempunak, teman-teman FIM kelas 20 dan narasumber dalam buku ini – Bpk. 1

Sekapur Sirih… Penulisan buku ini berawal dari kerinduan penulis akan sebuah buku yang berisi tentang legenda-legenda, khususnya di wilayah Sintang. Sebagai seorang anak, penulis biasa menceritakan kisah neneknya dan dongeng sebelum tidur. Banyak filosofi kehidupan dalam cerita-cerita tersebut, tentunya bermanfaat bagi generasi masa kini karena nilai-nilai dalam cerita-cerita tersebut masih relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan saat ini. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi siswa dan guru di sekolah sebagai sumber belajar. Sehingga generasi sekarang juga dapat mencintai kearifan lokal yang ada di daerahnya, khususnya daerah Sintang. Kalau bukan kita sebagai masyarakat adat, siapa lagi yang mau melestarikan kearifan adat ini? Fiksi dalam buku ini berasal dari berbagai sumber. Terkadang setiap sumber memiliki versi ceritanya masing-masing. Karena cerita merupakan teks lisan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sangat mungkin bahwa berita itu akan berubah. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengambil nilai-nilai kebaikan dari cerita rakyat tersebut. Akhir kata, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya. 2

Apa Amanat Cerita Asal-usul Sungai Kawat

ISI SUARA BAYI……………………………………………. .. .. .. ………….. ………. 4 Legenda BATU DARA MUNING …………. .. … ………. ………11 SUMBER SUNGAI INILE………….. …. ……. ……… ……… 17 SUMBER BUKIT MERBAY DAN SUNGAI TEMPUNAK……. 21 LEGENDA BATU SARA… .. …………………………………………. . . ……. …….. …………..27 MEMBANGUN BERAS ……………. . ……………………………………………………….. .. ……………….. …….. …………….. 31 PUYANG GHANA. ………………………………………. .. ………… ………………….. 35 MELAYU AJI DAN PUTUNG KEMPAT …. .. … …… ……………….. 40 Legenda KAGONG TENGKANG…………… … . . ………. …………………… 45 PAK ALOI DAN HEWAN ……… .. … .. .. ……… …………… 49 3

Baca Juga  Pramuka Memiliki 3 Sifat Yaitu Kecuali

Ensiklopedi Kerajaan Kerajaan Nusantara 1

Di sebuah tempat bernama Sintang hiduplah dua generasi dewa. Nama pertama Bujang Beji dan nama kedua Tumenggung Marubai. Kedua pemimpin ini memiliki orang-orang dan tempat mereka sendiri. Bujang Beji menguasai penyeberangan Sungai Kapuas dan Tumenggung Marubai menguasai penyeberangan Sungai Melawi. Bujang Beji memiliki karakter yang tidak menyenangkan. Dia bangga, cemburu dan benci. Dia juga memimpin sendirian. Banyak orang yang tidak menyukainya tapi takut padanya karena Bujang Beji bersifat gaib dan kejam. Dia tidak suka orang lain lebih tinggi darinya. Saat itu, Tumenggung Marubai benar-benar berbeda. Dia membantu, murah hati dan rendah hati. Tumenggung Marubai sangat dicintai masyarakat. Setiap hari, baik Bujang Beji maupun Tumenggung Marubai bekerja mencari ikan, bertani, dan berkebun. Keduanya menggunakan metode memancing yang berbeda. Bujang mengajak masyarakat Beji menggunakan tuba, sejenis akar pohon beracun yang dibuang ke sungai, untuk diminum ikannya. Ikan mabuk mengapung di atas air, membuatnya lebih mudah ditangkap. Bahkan ikan kecil pun mabuk dan banyak yang mati. “Begini guys, menangkap ikan itu mudah, tidak perlu repot mencarinya di sungai. Ikan ini sudah berenang. Ayo, ambil sebanyak yang kamu suka.” Bujang Beji tertawa gembira melihat banyaknya ikan yang berhasil mereka tangkap. Sementara itu, Tumenggung Marubai di sungai Melawi mengajari warganya cara menangkap ikan dengan menggunakan bubu. “Hai masyarakat, gunakan bubu untuk menangkap ikan di sungai, ambil ikan besar saja dan sisakan ikan kecil,” kata Tumengung. 1 Alat pancing yang terbuat dari bambu atau anyaman bambu, direndam dalam air (ikan bisa masuk, tapi tidak bisa keluar). 5

“Mengapa mereka semua tidak bisa diambil, Tumenggung?” – tanya warga dengan heran. “Jika kita mengambil semua ikan, tidak akan ada lagi di sungai ini. Kita tidak boleh serakah, kita harus mengambil cukup dari apa yang diberikan alam kepada kita. Biarkan ikan-ikan kecil ini bertelur dulu, baru setelah dewasa kita tangkap dan lepaskan lagi ikan-ikan kecil itu. Oleh karena itu, ikan di sungai ini tidak akan pernah habis.” Tumenggung Marubai menjelaskan kepada warga. “Oke, Tumenggung. Kami akan melakukannya.” Semua warga tampak mengangguk-anggukkan kepala, senang sekaligus heran memiliki Tumenggung yang bijak. Itu sebabnya ikan di kawasan Tumenggung Marubai tidak habis, bahkan setiap hari banyak. .Kepemimpinan Bujang Beji tidak seperti tempat biasa dia menangkap ikan, awalnya mereka menangkap banyak ikan, tetapi kemudian mereka menangkap ikan yang sangat kecil di sungai Kapuas, karena semua ikan yang terkena tuba, baik besar maupun kecil, mati. “Tuanku Bujang Beji, semakin sulit mencari ikan. Ternyata Ikan di Sungai Kapuas sudah habis. Namun, masih banyak ikan di Sungai Melavi,” keluh warga. Bujang U Bheji ingin tahu apakah yang dikatakan warganya itu benar, diam-diam ia pergi memeriksa pertemuan Sungai Melavi, Tuunggung Marubai dan anak buahnya. orang-orang yang tertangkap di sungai yang penuh dengan ikan, betapa terkejutnya dia ketika melihat itu. Mereka terbangun. Dia melihat kejadian itu dan menjadi cemburu, dan dia mulai berpikir bagaimana dia akan mendapatkan ikan dari Sungai Melavi. Setelah beberapa saat Beberapa menit kemudian, Bujang Beji menemukan jalan rahasia, dia akan memblokir sungai di atas Sungai Melavi dengan batu besar sehingga semua ikan akan terperangkap di sana dan Tumengung Marubai tidak lagi membeli ikan di Sungai Melavi, Bujang Beji kemudian memotongnya. puncak Bukit Batu yang terletak di Nanga Silat, Kapuas Hulu.Dengan kesaktiannya, ia mampu memotong puncak Bukit Batu, dan ia mengambil tujuh helai daun ilalang untuk membawa batu tersebut.

Baca Juga  Tempat Ibadah Umat Hindu Adalah

Ini. Ia mendengar gelak tawa gadis-gadis itu sambil melambai-lambaikan Bukit Batu ke arah pertemuan Sungai Melavi. “Siapa yang tertawa itu?” Ia melihat ke sumber suara. Ternyata di atas, tampaknya, para dewi surgawi menertawakannya. Bujang Beji sibuk melihat ke atas. Dia tidak menyadari bahwa dia telah menginjak duri beracun, dia melompat kaget dan kesakitan, dan tujuh helai rumput robek. Maka, puncak Bukit Batu yang dibawanya jatuh ke Sungai Jetak. “Wah, apa yang kamu katakan!” Bujang Beji sangat marah dan mengutuk. Meski menyakitkan, Bujang Beji tetap pada rencananya. Dia menempuh bukit yang panjang untuk menaikkan puncak Bukit Batu yang jatuh ke Sungai Jetak. Bujang Beji mengerahkan seluruh tenaganya, namun batu itu tidak bergerak. Dia mencoba beberapa kali tetapi gagal, sampai bukit lonjong yang dia gunakan sebagai alat berburu Gaia terbelah dua. Dengan demikian, rencananya untuk membanjiri Sungai Melavi gagal. “Saudaraku! Rencanaku gagal karena kamu, hati-hati, aku akan membalas dendam.” Bujang Beji marah dan mengancam bidadari yang menertawakannya. Kemudian dia menanam pohon kumpang mambu. Dalam beberapa hari, pohon itu tumbuh dan menjulang ke langit. Puncak pohon bahkan tidak terlihat di bawah. Bujang Beji dipastikan akan mencapai surga dengan memanjat pohon keramat tersebut. Sebelum memanjat pohon Kumpang mambu, Bujang Beji melakukan ritual adat bedarak begelak, yaitu melakukan pengorbanan kepada makhluk halus dan semua hewan di bumi agar tidak mengganggu rencananya dan membantunya masuk surga. menghancurkan para dewi. Sayangnya, dia lupa mengorbankan beberapa hewan, yaitu 2. Upacara memberi makan roh hewan, roh manusia, dan jiwa dengan maksud meminta bantuan 7

Kawanan samok3 dan beruang. Jadi Shampoo dan sekelompok beruang berkumpul dan mencari cara untuk menghentikan upaya Single Beige untuk naik ke surga. “Bujang Beji sudah dilupakan,” kata rombongan Sampok. “Benar, dia meremehkan kita,” jawab beruang dengan emosi. “Kita harus memberinya pelajaran.” – Lalu apa yang harus kita lakukan? “Pohon bambu kumpang kami gigit saat mendaki agar tidak sampai ke surga.” Sampok dan pak beruang sepakat menggagalkan rencana Bujang Beji masuk surga. Keesokan harinya, sampo dan kawanan beruang bersembunyi di dekat pohon kumpang mambu. Ketika seorang Beji memanjat pohon yang cukup tinggi, gerombolan itu mengunyah pohon di bawahnya. Jumlah kawanan shampo sangat banyak, seperti beruang dengan gigi yang sangat tajam. Tidak lama kemudian, pohon kumpang mambu mulai bengkok. Sebelum mencapai surga, pohon kumbang tumbang dengan suara keras. Beji yang belum menikah pingsan dan mati seketika. Dengan demikian, rencananya untuk menghancurkan para dewi di surga gagal. Pohon Kumpang Mambu tepatnya tumbang di pinggir Sungai Kapuas Hulu, Danau Luar dan Danau Belidak. Konon setelah kematiannya, orang-orang di sekitarnya mengambil seluruh bagian tubuh Bujang Beji untuk dijadikan azimat. Jimat ini diyakini dapat mengubah pemiliknya menjadi orang yang sakti seperti Subay Beji. Saat itu ketinggian Bukit Batu dari Nanga Silat, lepas dari beban Bujang Beji, menjadi Bukit Kegelapan. Sedangkan patahan bukit memanjang sampai ke bukit Liut. Tempat bujangan Beji menginjak duri beracun disebut Bukit Rentap. Untuk melestarikan sejarah Bujang Beji dan Bukit Kelam, Pemerintah Kabupaten Sintang membangun Monumen Bujang Beji di jalan menuju Kompleks Wisata Bukit Kelam Sintang. Sedangkan yang diajarkan oleh Tumenggung Marubai merupakan praktek turun-temurun. Praktek menangkap ikan dengan menggunakan perangkap tidak hanya terdapat pada 3 jenis rayap 8

Baca Juga  Keuntungan Bagi Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi Adalah

Wangi Hujan: Melancong Ke Situ Cileunca Di Pangalengan

Masyarakat di tengah Sungai Kapuas juga digantikan oleh masyarakat di dekat Sungai Melawi. Sedangkan mancing menuba terkadang dilakukan pada musim kemarau, di sungai-sungai kecil. Biasanya pengerjaan menu teh ini dilakukan secara berkelompok berdasarkan kesepakatan dengan sesepuh desa. 9

Saudaraku yang Manis… Kecemburuan, iri hati, dan keserakahan bukanlah sifat yang diinginkan seperti Single Beige. itu seperti kita

Cerita asal usul banyuwangi, asal usul sungai amazon, cerita asal usul surabaya, asal usul sungai siak, asal usul sungai gangga, cerita asal usul reog ponorogo, asal usul sungai kapuas, cerita asal usul minangkabau, cerita asal usul gunung merapi, cerita asal usul nabi adam, asal usul batu sungai dareh, cerita asal usul pelangi